Tinggalkan komentar

REMIDI…?

Apakah remidi itu ? Remidi adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk memperbaiki nilai yang dibawah standar ketuntasan minimal atau biasa disebut SKM. Remidi biasanya diadakan setelah ulangan ataupun ujian. Namanya juga remidi, jadi nilai setelah remidi juga sama dengan SKM tersebut. Kadang aku juga kasihan melihat siswa yang remidi. Misal, seorang siswa mendapat nilai 74 dan untuk mencapai SKM ia harus mengikuti remidi, sedangkan secara matematis ia hanya menaikkan nilainya satu dengan mengerjakan beberapa soal remidi jika SKM-nya 75.

Secara logis lebih baik memperoleh nilai yang rendah sekali kalau memang sudah pasti mengikuti remidi. Namun, remidi yang pasti terjadi adalah setelah diadakannya UTS dan UAS. Baru kemarin di SMANDA MALANG selesai mengadakan UAS. Dan kegiatan itu ditutup dengan remidi yang banyak pesertanya. Tidak sedikit peserta ujian yang ikut remidi secara berganda. Ada temanku yang tidak remidi sekalipun dan juga ada yang remidi setengah dari jumlah mata pelajaran yang di UAS-kan. Untungnya, aku cuma remidi satu mata pelajaran yang aku anggap gampang tapi sulit, yaitu Kimia. Entah bagaimana aku menerjemahkan bagaimana keadaanku antara aku dengan Kimia. Pokoknya tidak aku jelaskan dengan kata-kata.

Hari itu adalah hari Rabu tanggal 14 Desember 2011, aku mengikuti remidi Kimia. Sebelum mengikuti, aku berharap agar soal yang diremidikan sama dengan soal yang di-UAS-kan dan boleh menggunakan kalkulator. Oh ya, mungkin salah satu penyebab tidak tuntasnya nilai Kimiaku karena pada saat UAS tidak diperbolehkan memakai kalkulator. Padahal setiap ulangan tentang Stoikiometri Kimia atau Perhitungan Kimia selalu memakai kalkulator.

dah menunjukkan pukul 07.00 yang berarti remidi Kimia akan segera dimulai. Aku segera mempersiapkan alat-alat tulis dan sebagainya. Guru Kimia sudah mempersiapkan soal-soal dan menjelaskan tata cara mengikuti remidi Kimia. Dan ternyata soal yang diremidikan sama dengan soal UAS. Alhamdulillah…!!! . Setelah beberapa menit remidi berlangsung guru itu berkata, “Yang membawa kalkulator boleh dipakai asal jangan kalkulator HP.” Lah , saat itulah akun langsung beraksi dengan kalkulator milik ayahku yang kubawa setiap hari. Tetapi setelah menemukan jawaban dari beberapa soal, aku merasa ada yang lupa rumusnya dan mencoba mengingat. Karena sudah hampir habis waktunya terpaksa aku menanyakan beberapa jawaban dari soal yang aku lupa rumusnya kepada temanku yang berada di depanku yang sebelumnya meminjam kalkulatorku beberapa saat saat remidi berlangsung. Ia pun memberiku jawabannya, sungguh menegangkan.

Setelah ku isi semua jawaban, ku kumpulkan lembar jawabanku beserta soalnya. Dan selesailah remidi Kimiaku. Entah aku mendapat nilai berapa jika aku tidak mengikuti remidi.

Itulah remidi yang termasuk enak.

Banyak yang menganggap remidi sebagai sesuatu yang menyusahkan, padahal sesungguhnya remidi adalah sesuatu yang memberi kesempatan untuk memperbaiki nilai. Kadi yang nggak mau remidi ya belajar yang sungguh-sungguh. Terus yang sudah terlanjur dan dianjurkan mengikuti remidi juga harus menggunakan kesempatan itu dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: