1 Komentar

Berkemah di Bumper Coban Rondo

Liburan kadang tak lengkap tanpa bertamasya atau bertemu teman-teman,itulah yang kurasakan liburan tahun ini (2010). Baru saja libur sekolah aku harus sudah berangkat ke sekolah untuk berangkat ke Bumper (Bumi Perkemahan) Conan Rondo bersama teman-teman yang ikut selama 4 hari 3 malam. Meskipun yang ikut Cuma sedikit tapi tetap ramai.

Hari itu [28/6] aku bersama teman-teman serta pembina berangkat menuju lokasi menggunakan kendaraan yang amat sejuk,AC-nya berhembus kencang,yaitu kendaraan truk,he….he….he….. Meskipun begitu kami menikmatinya secara harfiah saja. Dalam perjalanan kaimi bersenda-gurau sambil menyanyi-nyanyi.,sampai tak terasa sudah memasuki wilayah Wana Wisata Coban Rondo yang ditandai dengan jalannya yang naik turun. Ketika akan melewati suatu tikungan tajam ada sebuah turk yang hampir jatuh ke jurang,kami mengatakan “IIIHH……HOROR……”. Sejak itu aku mulai khawatir (jw: mir-mir) kalau ada tikungan tajam. Akhirnya kami sampai juga di Bumper.

Kami segera menurunkan barang-barang yang kami bawa dari sekolah.  Ternyata sudah ada pembina yang  datang lebih dulu dan sudah melihat lokasi. Setelah itu kami mendirikan tenda dan menyiapkan yang lainnya untuk berkemah. Sret …..sret….sret…sret….,akhirnya tenda berdiri juga walaupun tenda kelompokku yang paling lama. Tak terasa hari sudah petang,kami segera sholat maghrib dan isya,setelah itu kami tidur.

Pagi telah tiba,aku segera mandi & yang lain. Kami persiapan untuk mengunjungi  WW. Coban Rondo. Perjalanan ditempuh dengan berjalan kaki,perjalanan ditempuh sekitar 15 menit kami dapat mengunjungi Conan Rondo. Coban berarti air terjun dalam Bahasa Indonesia. Air terjunnya indah,aku turun ke cobannya dan foto-foto bersama teman-teman. Karena hari sudah mulai petang kami segera pulang.

Keesokan harinya kami menuju Coban Manten,dinamai Coban Manten karena air terjunnya ada dua,seperti sepasang pengantin. Perjalanannya jauh sekali,sekitar  10 km-an,itupun ditempuh dengan jalan kaki.Setelah berjalan lama,kami sampai juga dengan kondisi jalan yang rusak. Namun kekesalan itu terobati dengan segarnya suasana di lokasi. Banyak teman-temanku yang berfoto-foto,termasuk aku juga he……he…..he….. Setelah puas kami pulang. Sesampainya di tenda aku minum banyak karena perjalanan yang begitu berat,bahkan sampai ketiduran.

Keesokan harinya,yaitu hari Rabu pagi kami memulai perjalanan menuju Gunung Banyak,tempat orang melakukang paralayang,disana aku melihat paralayang langsung dari dekat. Saat itu aku seakan tak percaya kalau aku dapat melihatnya secara langsung,huh…….. pembina tiba-tiba mengumumkan kalau waktu habis & kami segera pulang. Setelah sholat Dzuhur aku masak dan lain-lain. Tak kusangka hari itu berlangsung cepat,hari sudah petang. Padahal malam ini malam terakhir. Untuk merayakannya kami mengadakan api unggun dan jagung bakar bersama,sayangnya aku ketiduran,jadi tidak ikut deh……….

 

 

 

 

Keesokan harinya,hari terakhir. Kami mengemasi barang-barang & membongkar tenda. Setelah itu kami pulang dengan membawa oleh-oleh masing-masing.

One comment on “Berkemah di Bumper Coban Rondo

  1. ternyata seru juga y,..
    sebnarny sblum bca artikel ni., qw mw gg ikut k c0ban.. tpie.,, qw jdi pngind..

    @yocha adhana:seru dong… tpi ksanax kesel…
    trus ke tmpat wisatax jlan kaki, klo gak kuat jangan..
    dlu pop ais(8a) gak kuat n pingsan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: